PELESTARIAN PERMAINAN ANAK TRADISIONAL, OLEH MAHASISWA (KKN) DAN KARANG TARUNA DESA KLAMPOK

Kabar Desa

           Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, maka kini semakin banyak pula permainan-permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi, dan  biasanya permainan-permainan ini ditujukan bagi anak-anak. Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional yang ada di Negara kita yang kaya akan seni dan budayanya. Berbeda ketika beberapa tahun atau beberapa puluh tahun yang lalu, ketika kita masih kecil mungkin kita lebih mengenal permainan-permainan tradisional seperti enggrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan nyanyian seperti cublak-cublak suweng, sluku-sluku batok, gobak sodor, jamuran dan lain-lain.

               Permasalahannya adalah, bukan kita tidak ingin menerima kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemauan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi kita  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan. dan peristiwa ini sebagian terjadi di Desa Klampok,

Maka dari itu kami selaku Mahasiswa Dari Univ. Peradaban Bumiayu dan dibantu oleh Organisasi Karang Taruna Desa Klampok serta pemerintah desa bersepakat Untuk melestarikannya kembali dan akan dilakukan gerakan program “kembali melestarikan budaya permainan anak tradisional”

Diantaranya permainan yang diperkenalkan kembali adalah :

  1. Enggrang
  2. Gobagsodor / Benteng sodor
  3. Bal Gok / Boi Boian
  4. Yeye (Permainan Karet)
  5. Ular Naga Panjang
  6. Engklek
  7. Jangkar
  8. Lingkar Rotan

Kamis, 01 Maret 2018

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Facebook Comments