Desa Klampok Gelar Rembug Stunting

Kabar Desa

Klampok- Stunting menjadi momok tersendiri bagi tumbuh kembang anak dewasa ini. Di berbagai acara gencar disosialisasikan perihal stunting atau anak tumbuh tidak sewajajarnya (baca:boncel atau pendek). Secara umum di kabupaten Brebes juga banyak dijumpai anak-anak stunting. Brebes menjadi salah satu penyumbang tingginya angka stunting nasional, termasuk di dalamnya dua desa di kecamatan Wanasari, yakni desa Wanasari dan Glonggong.

Tentu hal ini menjadi perhatian khusus beberapa desa, tak terkecuali bagi desa Klampok. Desa dengan jumlah penduduknya hingga 20 ribu ini terus berbenah di berbagai bidang, termasuk dalam hal kesehatan, khususnya masalah stunting yang menyasar pada Baduta (bawah dua tahun).

Menyikapi perihal stunting, segenap pengurus Rumah Desa Sehat (RDS) desa Klampok menggelar Rembug Stunting Desa Klampok pada Kamis (03/10). Sedikitnya 30 orang hadir pada acara tersebut. Mereka terdiri dari pengurus RDS, Kades beserta perangkatnya, BPD, LPM, PKK, Bidan desa, kader posyandu, guru PAUD, pendamping PKH, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda.

N fitriyani selaku Kades Klampok menyambut baik acara tersebut. Baginya membangun desa tidak hanya dari segi fisik atau infrastruktur saja, tetapi harus juga dibarengi dengan kualitas SDM yang baik dan unggul pula. Salah satunya yakni dengan pencegahan stunting. Dengan tidak stunting minimal anak-anak kita, generasi penerus bangsa mampu berprestasi bahkan bersaing di masa depan.

Acara yang didampingi oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan Wanasari itu berjalan penuh “gayeng”. Beberapa usulan baik dari bidan, kader maupun pegiat perempuan pun terlontar dalam beberapa rencana kegiatan untuk tahun 2020, diantaranya: pendataan desa, pembuatan akte gratis untuk 13 posyandu (masing-masing 5 Baduta miskin), Rembug-rapat rutin RDS, pembelian peralatan posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Kelas Ibu Hamil, Kelas Baduta, Pelatihan Kader Posyandu, Pemberian Gizi Kurang, Insentif Kader dan beberapa kegiatan lainnya.

“Silahkan berbagai kegiatan kesehatan, khususnya preventif stunting untuk direncanakan dengan baik. Karena, nantinya akan dianggarkan dari dana desa sebesar 4%. Bisa dihitung sendiri, jika 4% nya dari 2 Milyar. Dan ini semua harus dikawal saat Musdes” tutur Lestari Listianah salah seorang TPID kecamatan Wanasari.

S Kusyanto selaku Sekdes Klampok membenarkan hal itu. Bahkan di tahun 2019 ini pun insentif bagi kader posyandu dan guru PAUD akan segera terealisasi. Pada kesempatan yang sama Toridin selaku ketua BPD desa Klampok berpesan kepada para pengurus Rumah Desa Sehat agar senantiasa berkomitmen dan mengetahui tupoksinya masing-masing.