Klampok Darurat Sampah

Gundukan sampah sedang dibersihkan, nantinya menjadi tempat usaha las listrik dan Romantis Musik Durmin

Klampok- Persoalan sampah ternyata tak hanya menjadi momok di perkotaan, tetapi kini juga mengancam wilayah pedesaan. Semakin padatnya penduduk desa, serta sudah jarangnya pekarangan, membuat banyak warga kebingungan untuk membuang berbagai jenis sampah. Ditambah lagi minimnya kesadaran warga akan arti pentingnya sebuah kebersihan, keindahan dan kerapihan. Walhasil, buang sampah sembarangan, kini seolah menjadi sesuatu hal yang wajar.

Seperti yang terjadi di desa Klampok. Jumlah penduduk yang hampir mencapai 20 ribu jiwa ini, tak diimbangi dengan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Alhasil, sepanjang sungai yang melewati desa Klampok pun menjadi bulan-bulanan warga untuk membuang sampah dengan enaknya. Ironinya lagi, ada sebagian oknum warga yang dengan sengaja membuangnya di sepanjang pinggiran jalan umum, bantaran sungai, bahkan pekarangan kosong milik orang lain.

Keruh dan kumuhnya sungai yang melewati desa Klampok.

Fenomena menggunungnya sampah, bisa kita jumpai, khususnya di samping sungai, selatan MIN 2 Brebes, atau tepatnya di sebelah barat rumah H. Muhaemin. Tanah tersebut dulunya balongan yang kini menjadi milik Washadi. Karena kekosongan yang berlarut-larut, area tersebut digunakan seenaknya untuk membuang sampah warga. Disinyalir sampah tersebut adalah kiriman sampah warga rw 4 dan sekitarnya yang kini tak ada lagi pengkoordiniran pembuangan sampah.

“Kalau musim penghujan, sampah menggunung, bau tak sedap menyengat. Sedang di musim kemarau, saya khawatir. Beberapa kali rumah saya hampir kebakaran karena ada oknum yang sengaja membakarnya. Saya sudah berkali-kali mengadukan masalah ini ke pihak desa, tapi sampai saat ini, belum ada solusi yang jelas” tutur Muhaemin.

Mbak Vivi selaku Kades klampok ketika ditemui menyoal sampah, hanya prihatin. Ia akui persoalan sampah memang menjadi salah satu momok desa Klampok. “Mengurai persoalan sampah memang menjadi salah satu program saya. Untuk tahun 2020 sudah dianggarkan dana sebesar 150 juta lebih untuk armada sampah dan sedang disiapkan tempat Pembuangan Sampah (TPS) di salah satu bengkok perangkat desa. Kita akan kerjasama dengan salah satu PT untuk pengadaan mesin penghancur sampah” paparnya.

Kades klampok juga berharap sembari menanti realisasi program tersebut, menghimbau kepada warga setempat untuk menggalakkan kembali gotong-royong, sadar kebersihan. “Bisa juga mengkoordinir kembali pembuangan sampah kepada petugas sampah. Sementara dengan biaya kesadaran pribadi”. tuturnya.