Warga RW 08 Klampok Dirikan Pam Swakarsa Perlintasan Kereta Api

Kabar Desa

Klampok- Jika anda sering melintas di perlintasan kereta api, tepatnya di sebelah selatan SD Negeri Klampok 02, kini ada pemandangan yang berbeda. Tampak palang pintu manual dengan penjagaan sukarela warga sekitar.

Bermula dari sering terjadinya kecelakaan di perlintasan rel itu, Polsuska dan pengawas lintasan Kereta Api wilayah tersebut, langsung turun tangan tangan ke lokasi pada Kamis, (26/12/19). Difasilitasi oleh ketua RW 08, dua Polsuska dan petugas dari PT KAI langsung berembug dengan warga sekitar beserta Kades Klampok, Nasikhatun Fitriyani.

“Kedatangan kami, diantaranya yakni untuk mendengar langsung tanggapan warga dan Kades setempat perihal perlintasan kereta api di rw 08 Klampok. Sementara perlintasa kami portal, tidak bisa untuk dilewati roda empat”. tutur Mustajab, salah satu Polsuska.

Mustajab juga mengurai, betapa rawannya perlintasan tersebut. Secara umum ia menuturkan bahwa setidaknya untuk tiap hari, 1 x 24 jam ada 194 perjalanan kereta api yang melintas di 2 rel tersebut. Atau dengan rata-rata, tiap 7 menit ada kereta yang melintas dengan kecepatan rata-rata 105 km/jam.

 

“Untuk itu, kami harap desa segera merespon cepat persoalan ini. Pemerintah desa segera melayangkan surat ke kecamatan, ke Bupati, dan nanti biasanya disposisi ke Dishub untuk mengurai masalah ini. Jangan sampai, tidak ada respon yang berakibat penutupan langsung dari Dirjen pusat, seperti di perlintasan Kolekwatu, Pesantunan. Kalau ini terjadi disini, kan kasihan akses jalan bagi warga rw 08”, papar Mustajab.

Kades Klampok, Nasikhatun Fitriyani menyambut baik rembug warga beserta petugas dari PT KAI. “Kami akan segera membuat surat sesuai prosedur dan mungkin baru bisa menganggarkan bantuan untuk Pam Swakarsa di RPJM Des tahun berikutnya. Namun demikian, sembari menunggu realisasi Pos pengamanan, kami harap warga bisa mengadakan pengamanan swakelola. Untuk operasional, bisa kita rembug bersama” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Angga, salah satu Polsuska yang hadir juga menegaskan tidak dibolehkannya pengecoran diatas rel kereta api. Angga berharap saat ini juga bisa mendapatkan hasil, minimal adanya kesanggupan warga untuk memulai Pam Swakarsa di perlintasan tersebut sebagai bahan laporan ke kantornya.

Tak lama kemudian usai rembug dengan kades dan petugas, Warga rw 08 pun melanjutkan rembug internal perihal pembuatan pos Pam Swakarsa warga, berikut musyawarah mengenai dana operasionalnya.

Dari pantauan penulis, sore hari ketika melintas di perlintasan tersebut,  palang pintu dan pos Pam Swakarsa warga pun sudah jadi. Warga sepakat untuk iuran tiap bulan, sepuluh ribu rupiah.

 

Facebook Comments