Tiap Kamis, Layani Masyarakat Dengan Berbaju Adat Brebes

Kabar Desa

Klampok- Ada yang berbeda dengan busana Kades Klampok beserta jajaran perangkatnya tiap hari Kamis. Mereka mengenakan pakaian adat khas Brebes. Setelan laki-laki mengenakan baskap beserta celana komprang lengkap dengan blankon khas Brebesnya, sedang yang perempuan kebaya dengan selendang motif batik Salemnya.

Kades Klampok, Nasikhatun Fitriyani, S.Pd menuturkan perihal maksud dan tujuan pemakaian baju adat Brebes tidak lain tidak bukan bertujuan untuk mengingat dan melestarikan budaya Jawa Tengah, khususnya Brebes serta menambah kerapihan dan keindahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Bermula dari surat edaran Pemda Brebes untuk mengenakan baju adat khas Brebes saat peringatan hari Ibu pada Desember lalu, kami pun melanjutkannya di setiap hari Kamis yang nota bene sebelumnya hanya berpakaian batik Brebesan” tutur Mbak Vivi, sapaan Akrab Kades Klampok.

Gunawan, salah seorang perangkat desa Klampok pun mengungkapkan pengalamannya saat pertama kali, dirinya mengenakan baju adat khas Brebes. “Awalnya, saya merasa canggung. Apalagi ketika berkeliling menariki pajak ke masyarakat dengan pakaian seperti ini, ditambah lagi di kantor kecamatan dan di desa-desa lain pun belum bahkan tidak diberlakukan demikian. Namun seiring waktu, setelah 2 sampai 3 kali pakai, kami semakin nyaman. Warga pun menyambutnya dengan baik”, ungkapnya.

Mbak Vivi pun menegaskan tentang arti pentingnya busana. Khususnya dalam hal kerapihan dan keindahan. Dirinya terilhami akan falsafah Jawa yang berbunyi: “Ajining diri saka lathi, Ajining raga saka busana”. Baginya dengan keindahan dan kerapihan busana, minimal menambah nilai plus dalam pelayanan publik.

“Kami salut dengan Kades Klampok beserta jajaran perangkatnya, walaupun belum ada edaran resmi dari Pemda perihal ini, namun sudah membiasakan diri tiap Kamis berbaju adat khas Brebes. Meskipun, ke depan sepertinya akan menjadi aturan resmi busana kerja seperti kabupaten-kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah yang sudah mendahuluinya” ucap Imam Chumedi, pendamping PKH kecamatan Wanasari.

 

Facebook Comments