Klampok Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Kabar Desa

Merebaknya virus Corona di seantero jagad ini, membuat masing-masing negara sibuk bergerak cepat untuk menanganinya. Bahkan beberapa negara seperti asal virus Corona yakni Tiongkok, di susul Korea Utara, Singapura, Italia sudah menerapkan sistem lockdown, yakni karantina wilayah, dimana negara sudah menutup atau mengunci akses keluar-masuk seseorang untuk menekan resiko penularan virus Corona.

Beda halnya dengan Indonesia yang masih menggunakan sistem Social distancing yaitu dengan mengurangi jumlah aktivitas masyarakatnya di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung. termasuk menghimbau kepada warga untuk menghindari tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion, tak terkecuali tempat ibadah.

Tentunya bukan hal yang mudah untuk menerapkan sosial distancing di Indonesia dengan cepat dan masif. Maka pemerintah menginstruksikan untuk memebentuk gugus tugas dari mulai pusat sampai tingakat desa. Merespon hal tersebut pemerintah desa Klampok dalam rangka penanggulangan  dan kesiapsiagaan penanganan covid-19, membentuk gugus tugas yang berjumlah 39 orang. Acara tersebut dilaksanakan di balaidesa Klampok pada Senin (23/03/2020).


Kepala desa Klampok Nasikhatun Fitritani, S. Pd dalam sambutanya mengharapkan seluruh warganya mewaspadai covid-19. “Selalu mencuci tangan dengan sabun sesuai rekomendasi WHO dengan 6 langkah” kata Bu Vivi.
Sementara Ketua BPD Klampok Ahmad Toridin, S.Pd.I, M.Pd dalam sambutanya akan merekomendasikan alokasi 50 juta dalam APBDes Tahun 2020. “Untuk mencegah penyebaran covid-19 semua desa wajib mengalokasi anggaran dan saya berpesan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah terkait corona, pintanya.


Dalam rapat tersebut disepakati pengurus satuan gugus tugas penanganan covid-19 diketuai langsung oleh Kepala Desa degan Sekretraris juga diampu oleh Sekretaris Desa dan Bendahara oleh Kaur Keuangan Desa Klampok. Gugus tugas dilengkapi 2 bidang yaitu Bidang Pemantauan ODP dan Bidang Sosialisasi yang masing masing memiliki anggota.
Rapat dilanjutkan dengan penyusunan rencana kerja masing masing bidang. Bidang sosialisasi akan melakukan sosialisasi melalui mobil keliling, sosialisasi ke masjid masjid dan mushola mushola se desa klampok serta pemasangan poster, sedangkan bidang pemantauan ODP akan melakukan pengawasan kepada pendatang yang baru pulang dari luar kota / luar negeri.