Keluarga Penerima Manfaat PKH Desa Klampok Tolak Bantuan Sosial Tunai

Jarotin menyataan diri mundur dari Bantuan Sosial Tunai.

Simpang siur data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) kini jadi bulan-bulanan warga. Tak hanya menjadi obrolan panas tiap hari, juga ramai mewarnai jagat media sosial. Beberapa penerima terindikasi mampu, bahkan double. Ada yang suami-istri dapat, anak dan orang tua dapat bahkan beberapa penerima PKH dan BPNT pun ada yang muncul sebagai penerima BST.

Salah satu penerima PKH yang juga muncul sebagai penerima BST, yakni Jarotin, warga Rt 09 rw 01 desa Klampok kecamatan Wanasari, Brebes. Dirinya tercatat sebagai peserta PKH aktif sejak 2018. Ia tidak menyangka dirinya muncul di data penerima Bantuan Sosial Tunai. Ia pun  tahu dan sadar diri bahwa hal ini merupakan double penerima bansos.

Dihadapan pendamping PKH, Kades Klampok, Ketua rt 09 dan ketua rw 01, Jarotin pun dengan kesadarannya menolak BST pusat.
“Bismillah, mohon maaf. Dengan ini saya menolak Bantuan Sosial Tunai. Saya bersyukur sudah dapat PKH. Kalau bisa, BST atas nama saya dapat dialihkan kepada lainnya yang berhak” tutur Jarotin.

Diah Retno Rahmatika selaku pendamping PKH desa Klampok mengatakan bahwa Jarotin sampai sekarang masih tercatat sebagai peserta PKH aktif di sistem E-PKH. Ia memiliki kategori Anak SMP dan seorang Balita. Sehingga ia mendapatkan bansos PKH , sebesar 375 ribu tiap bulannya, selama pandemi ini.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi pernyataan pengunduran diri ibu Jarotin. Semoga menjadi inspirasi dan menggugah kesadaran bagi warga lainnya, terutama bagi warga yang double bansos atau yang sudah mampu”. ungkap Nasikhatun Fitriyani S.Pd, Kades Klampok.

Esok harinya, niatan Jarotin ternyat diikuti 14 Keluarga Penerima PKH lainnya yang juga tercantum esbagai penerima BST. Pada undangan BST ada yang tercatat kembali dengan namanya sendiri, terkadang nama suami, anak atau orang tuanya yang masih satu KK. Dengan sadar, mereka pun turut mengundurkan diri, mengembalikan undangan dari kantor Pos Wanasari melalui pemerintah desa Klampok.