75 Kepala Keluarga Ikuti Pemberkasan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

Klampok- Sedikitnya 50 kepala keluarga melakukan pemberkasan proposal gelombang dua Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di aula balaidesa Klampok pada Kamis (04/06/2020).

Pada gelombang sebelumnya ada 25 kepala keluarga yang telah melakukan pemberkasan. “Untuk gelombang sebelumnya ada yang mengundurkan diri” tutur Roemaylar Andie Kusuma selaku koordinator fasilitator kabupaten Brebes.

Dalam sosialiasinya, Andie menegaskan bahwa program BSPS ini berasal dari dana kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat. Ia juga menggaris bawahi bahwa pada program ini harus ada swadaya, uang tenaga dan bangunan. Nominal bantuan 17,5 juta. 15 juta diperuntukkan belanja material, dan 2,5 juta untuk bayar tenaga tukang. “Suksesnya program ini tergantung swadaya panjenengan. Setiap rumah harus ada strukturnya. Rumah harus ada besinya. Program ini diharapkan selesai 100% pada akhir September nanti” pungkasnya.

Fadiladitya Aryanov Soekiswo selaku Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) desa Klampok, menyampaikan bahwa program BSPS ini jika dipikir memang bisa membuat dilema. “Ora ditampani eman-eman, ditampani kayong kepikiran. Aja nganti sampe umahe dadi apik, tapi akeh utange. Maka sebaiknya jangan membongkar rumah secara total, tetapi sesuaikan dengan swadaya yang ada”, papar Adit.

Adit juga menjelaskan hal-hal teknis terkait bahan-bahan bangunan yang boleh dan tidak boleh digunakan. Seperti asbes. Menurutnya asbes tidak boleh digunakan karena dapat mengganggu pernafasan. Bambu pun diharapkan dari swadaya. Herbel hanya diperbolehkan untuk sekat saja.

“Kami menyambut baik program ini. Meski hanya stimulan, semoga para penerima manfaat program ini dapat melaksanakannya penuh amanah serta didukung dengan swadaya yang ada.” tutur Nasikhatun Fitriyani, S.Pd Kades Klampok.

Adit juga menjelaskan bahwa dirinya bersama team sejak bulan April telah melakukan survei langsung pada 100 rumah lebih calon penerima di desa Klampok. Namun setelah diverifikasi hanya ada 75 yang memenuhi kriteria. Diantaranya, yakni rumah tersebut belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan rehab, seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tanah dan bangunan sudah milik atau atas nama sendiri, serta siap dengan swadaya yang ada.

“Untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kali ini se kabupaten Brebes ada 480 rumah yang terverifikasi. Di kecamatan Wanasari sendiri hanya ada dua desa, yaitu Jagalempeni dengan 39 rumah dan Klampok 75 rumah. Klampok lah yang terbanyak dan menjadi tolok ukur swadaya masyarakatnya. Semoga bisa berjalan lancar”, harap Adit.

“Alhamdulillah, akhirnya ada bantuan untuk keluarga saya. Insya Allah saya akan menyiapkan swadaya guna program ini”. Ungkap Torihin, salah satu penerima program BSPS.