Sosialisasi Gerakan Pegang KKS Sendiri

Beberapa bantuan sosial dari pusat kini berupa non tunai, beberapa diantaranya tersalurkan melalui rekening masing-masing Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) yang dimiliki para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mereka lebih akrab menyebutnya dengan ATM.

Diantara macam bansos yang kini tersalurkan melaui ATM yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sebagian besar KPM PKH, juga mendapatkan BPNT. Adapun jumlah penerima BPNT desa klampok kecamatan Wanasari kabupaten Brebes sampir bulan Juli tahun 2020 tercatat ada 978 KPM. Jumlah ini berkurang drastis dari awal kemunculannya yang mencapai 1903 kpm pada tahun 2019.

Kemudahan yang diusahakan pemerintah dengan menyalurkan bansos melaui ATM, ternyata terkadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu, serta memunculkan persoalan klasik, seperti pengolektifan ATM untuk mengambil bansos, atau pun pengambilan bansos yang bukan haknya.

Oleh karenanya, pemerintah kini tengah menggalakkan gerakan untuk pegang KKS atau ATM sendiri. Hal ini juga gencar dilakukan oleh pendamping PKH desa Klampok, Imam Chumedi.” Tiap KPM wajib memegang dan menyimpan ATM serta buka tabungannya sendiri, tidak menitipkan ke orang lain dan siap mengambil bansos PKH atau bansos lainnya sendiri” demikian paparnya pada KPM saat pertemuan kelompok PKH.

Para KPM menyambut baik hal ini dan siap melaksanakan gerakan pegang KKS sendiri. Para penerima manfaat juga berjanji tidak akan menitipkan pengambilan bansos PKH atau lainnya, seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa orang sebelumnya.

Kades Klampok, Nasikhatun Fitriyani, S.Pd menyambut baik gerakan tersebut. Baginya, hak KPM harus benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.