Prosedur Perijinan Hajatan Di Era New Normal

Klampok- Efek dari Covid-19 sangat dirasakan oleh banyak kalangan, khususnya bagi mereka yang akan menggelar hajatan atau resepsi. Setidaknya sudah tiga bulan lebih warga tak bisa menggelar hajatan. Usaha yang berkaitan dengan hajatan, seperti sound sistem, tarub, organ tunggal, rias, serta event organizer pun terpaksa lockdown.

Seiring dengan kebijakan pemerintah menetapkan era tatanan baru atau New Normal, di Brebes pun kini sudah mulai bisa menggelar hajatan, meskipun masih dalam uji coba. “Bagi warga yang ingin menggelar hajatan, wajib memenuhi prosedur perijinan yang ada serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni dengan memenuhi protokoler kesehatan,” tutur Nasikhatun Fitriyani, S Pd, Kades Klampok (27/07/2020).

Slamet Kusyanto selaku Sekdes Klampok membenarkan hal itu. Ia pun memaparkan bahwa tiap warga yang ingin menggelar acara seperti hajatan wajib memenuhi berbagai prosedur perijinan yang telah ditentukan.

Adapun prosedur yang harus dilalui yakni tiap warga seperti biasa, meminta surat pengantar dari ketua lingkungan (RT) setempat untuk selanjutnya dibuatkan surat keterangan hajatan (baca:billet). Di masa new normal ini, billet yang dikeluarkan tidak hanya ditandatangani Kades saja, tetapi juga mengetahui Danramil dan Kapolsek Wanasari, serta menandatangani surat pernyataan kesanggungan memenuhi protokoler kesehatan bermaterai.

Tak hanya itu, masih ada pula surat keterangan dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 desa Klampok yang harus dipenuhi.

“Sebagai shohibul hajat, saya taat saja dengan prosedur yang ada. Yang penting kami bisa melaksanakan hajatan dengan baik dan nyaman serta tidak melanggar aturan pemerintah,” tandas Karya, salah satu pemohon ijin hajatan.