Mengurai Persoalan Sampah Di Desa Klampok

Klampok- Persoalan yang kini melanda hampir disetiap pemukiman, baik di kota maupun desa yakni persoalan sampah. Tak terkecuali di desa Klampok. Suatu desa dengan padat penduduknya mencapai 20 ribu jiwa, tentu memberikan dampak lingkungan dari pembuangan sampahnyanya. Apalagi kini pekarangan sudah sangat jarang, pemukiman semakin padat.

Salah satu efek sampah yag terihat dan terasa, terutama ketika datang musim kemarau. Sungai tak ada air, justru menjadi salah satu alternatif pembuangan sampah warga. Bau busuk pun menyengat. Gunugan sampah di sepanjang jalan irigasi dari RW 08 sampai RW 04 pun tak bisa dielakkan lagi.

Terlebih salah satu tempat pembungan sampah ilegal di samping MIN Brebes 02 kini sudah tak ada lagi. Lahan itu kini sudah disewakan untuk usaha warga. Akhirnya sebagian warga pun tak segan dengan enaknya membuang sampah dan limbah di bantaran sungai.

“Kami memang sangat prihatin dan sedang memikirkan solusi hal itu. Kami terus berkoordinasi dengan Kepala desa untuk mengurai maslah ini,”.  Tutur Sujai, Ketua RW 04 desa Klampok, Senin (03/08/2020).

Kades Klampok Nasikhatun Fitriyani memaparkan bahwa beberapa waktu lalu sedang dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah warga di RW 05. Dengan dibangunnya TPA tersebut diharapakan sampah warga desa KLampok akan bermuara di situ semua. “Namun memang anggaran untuk Armada belum bisa terealisasi dalam jangka dekat ini, semoga di tahun depan bisa terealisasi semuanya” papar Mbak Vivi.