Menilik Taman Seribu Warna Klampok

Ada pemandangan indah yang mencuri perhatian mata kita. Ya, tiap kali kita melintas di depan masjid Besar Al Karomah desa Klampok. Tampak sebuah taman kecil nan asri di tepi sungai, dengan warna warni yang menghiasi sayap sungai nan rapi.

Area tersebut juga berdampingan dengan sebuah majlis Taklim Syubbanun Nahdhiyyin asuhan Kyai Khasanudin Nadhori.

Sudah beberapa hari ini jamaah, santri dan warga sekitar bergotong royong, swadaya dan swadana mempercantik taman dan area tepi sungai itu. Hasilnya, kini masyarakat bisa melihat dan menikmatinya.

Kyai Khasanudin sebagai salah satu pelopor kegiatan itu menuturkan bahwa, penyayapan tepi sungai dilakukan tak hanya memperindah lingkungan. Selain sebagai ikhtiar menanggulangi masalah sampah, juga sebagai sarana parkir alternatif, terutama untuk jamaah sholat Jumat.

“Dengan adanya, pabrik dan PT di Klampok, Alhamdulillah, jamaah sholat Jumat di Masjid Besar Al Karomah semakin banyak. Namun hal ini memunculkan tantangan baru, agar pengurus masjid bisa memberikan kenyamanan terutama dalam hal parkir, dan dengan inilah salah satu solusinya”, ungkap Kyai Khasanudin (18/04).

Pembuatan taman, serta penyayapan dan pengecatan warna warni itu sepenuhnya dilakukan secara gotong royong dan swadaya. Hampir tiap malam para santri dan pemuda Ansor ranting Klampok terus semangat menghiasinya.

Sebagian besar warga Klampok pun mengapresiasi dan menyambut baik hal itu. Bahkan ketika Imam Chumedi, seorang warga kelahiran Klampok yang kini tinggal di Wangandalem Brebes, mengunggahnya di sebuah group sosial media, Facebook Klampok Bersatu, langsung banjir tanggapan dan dukungan positif. Sedikitnya postingan itu SDH dilihat ratusan warga Klampok di dunia maya serta mendapatkan like sebanyak 325.

Slamet Abdul Dofhir selaku pegiat dan pemerhati desa berharap agar pemerintah desa hadir dan mengapresiasi ide gagasan positif ini.
“Hal ini bisa juga menjadi inspirasi warga lain untuk berlomba-lomba membangun desa Klampok di wilayahnya, sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing” tuturnya.