Membidik Penerima PKH Potensial

Klampok-Progrmam Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program nasional yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan. Dalam pelaksanaanya, program ini ditunjang dengan pendampingan oleh sejumlah pendamping sosial yang bertugas mendampingi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setiap bulannya pendamping PKH melakukan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan berbagai macam modul dan materi. Salah satu materi yang cukup menarik yakni modul ekonomi, didalamnya mengupas mengenai cara mengatur keuangan keluarga serta membuka usaha.

Sejalan dengan hal itu, di dalam PKh dikenal pula istilah graduasi mandiri. Yakni KPM dengan sendirinya mengundurkan diri karena merasa sudah mampu dan mandiri dengan usaha yang dimilikinya. Hal inilah yang terus dilakukan dan didorong oleh kementrian sosial, sehingga PKH betul-betul dapat merubah mindset para penerimanya. Bukan sekedar mengharap bantuan tiap tiga bulan sekali saja, tetapi ada perubahan ssemangat untuk bangkit dan berusah untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan usaha yang mandiri.

Imam Chumedi yang merupakan salah satu pendamping PKH di desa Klampok kecamatan Wanasari kabupaten Brebes ternyata sedang mendalami hal itu. Beberapa KPM PKH yang tergolong potensial, memiliki usaha sendiri tengah dibidiknya.

“Langkah awal, saya melakukan inventarisasi dan pemetaan jenis usaha dan omset KPM PKH yang tergolong potensial. Dan selanjutnya akan kita dampingi secara intens serta adanya edukasi dan pelatihan khusus,” tuturnya.

Nasikhatun Fitriyani selaku Kades Klampok menyambut baik langkah pendamping PKH yang mau memetakan dan nantinya andil dalam memotivasi para KPM PKH potensial.

“Kami berharap semoga ada beberapa warga kami yang betul-betul tergugah hatinya untuk bangkit dan berusaha berdikari, tidak selalu menggantungkan pada bantuan dari pemerintah” ungkap kades Klampok.