Mengurai Problem Pengelolaan Sampah Warga Klampok

Klampok- Persoalan sampah warga desa Klampok hingga kini terus bergulir. Meskipun sudah ada pengelolaan sampah warga, namun belum sepenuhnya menjadi solusi bersama. Apalagi jumlah warga desa Klampok yang cukup banyak, yang tersebar di 8 RW.

“Dari 8 RW, baru 3 RW yang kami kelola pembuangan sampahnya, itu pun kami terkendala dengan armada yang masih minim serta sumur pembakaran yang terbatas kapasitas pembakarannya,” ungkap Zaenal Muttaqin, Ketua BUMDES
JAYA desa Klampok (25/08).

Kurang lebih sudah 8 bulan yang lalu Kades Klampok, Nasikhatun Fitriyani, S.Pd memberikan kepercayaan kepada BUMDES JAYA Klampok untuk mengelola sampah warga Klampok.

“Secara umum kendala bagi kami adalah di armada. Jika ada penambahan armada lagi, mungkin kami bisa menjangkau permintaan di RW lainnya, seperti RW 1, 2, 3, 4, dan 6,” harap Tokari, salah satu petugas sampah

Ia juga berharap Kanit Sampah secara tegas melakukan cek dan kontrol terhadap pelanggan sampah setiap bulannya. Karena disinyalir ada pula penambahan pelanggan pembuangan sampah tanpa sepengetahuannya.

Tokari dan Tosirin sebagai bagian dari petugas pembuangan dan pengelolaan sampah warga Klampok juga berharap adanya kesadaran bagi pelanggan khusus untuk memberikan uang tambahan, seperti para pedagang harian atau sampah pasca hajatan yang dinilainya terlalu banyak, diluar keumuman sampah keluarga.

“Tak dipungkiri, hampir tiap Minggu, armada sampah selalu harus ada perawatan yang mengeluarkan banyak biaya. Belum lagi, cerobong pembakaran yang kini sudah mulai keropos dan rapuh karena hujan dan terik panas. Jelas, harus segera dibenahi,” ungkap Tokari.