Menggali Potensi Dan Ketrampilan Warga

Klampok- Sesuatu yang ditekuni secara ulet dan terampil pada akhirnya akan menghasilkan sebuah karya, bahkan bila digeluti secara serius pada akhirnya bisa bernilai ekonomi.

Hal itulah yang menginspirasi seorang Wigati Sri Utami (sering dipanggil Mbak Ami) untuk merintis sebuah kegiatan bernama “Kamis Terampil” di rumahnya, jalan manijah 2 desa Klampok. Di sela-sela kesibukannya sebagai pedagang Pecel Lele di Jalan Manijah Raya, ia bersama keluarga menyempatkan diri menggali dan berbagi ketrampilan dengan warga sekitar.

Kegiatan yang dirintisnya pun kini mulai banyak diikuti oleh keluarga dan warga sekitar. Mulai dari ibu-ibu, para remaja bahkan anak-anak.

“Kegiatan ini belum lama berjalan, baru sekitar tiga mingguan,” tutur mbak Ami (09/10).

Bermula dari kegelisahannya akan waktu senggang ibu-ibu di wilayahnya, mbak Ami mencoba merintis sebuah kelompok pertemuan ketrampilan ibu-ibu, tiap hari Kamis.
“Prinsipnya, rumah ini terbuka untuk umum. Monggo saling berbagi ilmu, berbagi ketrampilan, untuk mengisi waktu luang serta untuk menambah wawasan dan ilmu,” paparnya.

Mbak Ami, mulai menggerakkan ketrampilan warga sekitar dengan sangat sederhana. Yakni dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang ada di rumah, seperti plastik kresek, kardus, bungkus minuman, makanan, pasta gigi dan lainnya untuk dibuat hiasan. Alhasil, warga pun cukup tertarik dan semangat mengikutinya.

“Kami senang dengan adanya kegiatan semacam ini, tambah ilmu, bisa kumpul-kumpul yang bermanfaat,” ujar Sisri.

Kini mbak Ami tak hanya menggagas ketrampilan saja, ruang aula mungilnya kini juga digunakan untuk anak-anak mengaji iqra tiap hari mulai pukul 15-16 sore. Ada juga les bahasa Inggris dan bahasa Arab yang dibantu oleh keluarga. Ajibnya, semua itu gratis tak dipungut biaya sepeser pun.

Mengenai nama aulanya, mbak Ami belum bisa berbicara banyak. Ia belum kepikiran untuk memberikan nama khusus pada tempatnya, semacam sanggar, atau rumah ketrampilan. Semuanya mengalir begitu saja.

“Kami belum terbersit untuk memberikan nama khusus tempat ini. Pokoknya mengalir saja, tempat ini terbuka untuk siapa saja, untuk berbagi ilmu, berbagi ketrampilan bersama,” imbuhnya.