Tradisi Pembacaan Maulid Nabi Di Klampok

Klampok- Bulan Maulud adalah bulan yang mulia. Bulan kelahiran Baginda Rasulullah SAW. Seantero jagad pun menyambutnya penuh gembira.

Salah satu tradisi yang telah ada dari dahulu dalam menyambut bulan Maulud diantaranya yakni pembacaan kitab Maulid Barzanji, Maulid Burdah, Maulid Syariful Anam atau pembacaan maulid lainnya di masjid dan di musholla-musholla.

Seperti halnya di desa Klampok kecamatan Wanasari kabupaten Brebes. Sejak tanggal 1 hingga 12 Robiul awal, di tiap masjid dan musholla pun menggema pembacaan maulid.

“Ini adalah salah satu cara sederhana kami untuk menyambut, memuliakan bulan kelahiran Nabi,” ungkap Marwah, salah satu jamaah di musholla Sabilul Huda (10/10).

Meski pembacaan maulid hanya diikuti oleh beberapa ibu-ibu saja, namun mereka tetap semangat. Meski cuaca dingin, kantuk menyelimuti, tak menjadi aral bagi mereka untuk tetap melantunkan sholawat-sholawat Nabi.

Pelaksanaan pembacaan maulid Nabi di masing-masing musholla pun berbeda-beda. Ada yang dilaksanakan ba’da Maghrib. Ada pula yang melaksanakan setelah sholat Isya.

Maulid yang dilantunkan pun bervariasi, ada yang tiap hari melantunkan maulid Al Barzanji, ada pula yang mengumandangkan maulid Burdah, Maulid Simtudduror, ada pula yang bergantian. Semua itu menambah khasanah dan suasana malam desa Klampok semakin hidup dan berkah dengan gema sholawat.

“Kami berharap tradisi yang mulia ini harus terus dilestarikan, ditengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global,” ujar Zaenal Muttaqin, Ketua tanfidziyah NU ranting Klampok.

  •