Monitoring ODF Di Desa Klampok

Klampok- Pasca pemaparan maksud dan tujuan monitoring ODF, segenap tim dari provinsi Jawa Tengah, langsung turun ke lapangan.

“Kami ingin melihat langsung jamban masyarakat secara acak. Biarkan saja mengalir apa adanya. Jika memang ada temuan, justru hal itu yang akan kita rekomendasikan kepada pemerintah daerah dan dinas terkait guna mencarikan solusinya,” terang Julekha, salah satu anggota tim monitoring (18/11).

Sekitar satu jam, tim monitoring langsung turun ke 3 wilayah sesuai permintaan secara acak dari 8 RW yang ada di desa Klampok. Yakni wilayah RW 1, 2 dan 4. Masing-masing RW diambil kurang lebih 14 responden terkait jambanisasi.

Hasil evaluasi monitoring ODF di desa Klampok beraneka ragam. Khusus survei di RW 1, catatan khususnya adalah pada Pola Hidup Bersih dan Sehat. Hampir seratus persen warga sudah memiliki jamban, namun rata-rata tak menyediakan sabun cuci tangan.

Sedangkan hasil monitiring ODF di RW 2 dan 4, terdapat temuan masih ada warga yang buang kotoran sembarangan, karena tidak memiliki jamban dan lahan. Begitu juga saluran jamban yang masih ditemui menggelontor ke saluran air atau ke sungai.

“Kami menyadari temuan tersebut, dan kami berterima kasih kepada tim monitoring ODF yang telah memberikan banyak masukan. Semoga menjadi motivasi kita bersama untuk terus mengupayakan kesehatan masyarakat, khususnya menuju desa Klampok bebas ODF, ” sambut Mbak Vivi kades Klampok.