Klampok Waspada Demam Berdarah

Klampok- Ditengah kondisi pandemi, ternyata banyak masyarakat kita lalai akan arti penting menjaga kesehatan. Tak terkecuali kebersihan diri, rumah dan lingkungan.

Hal ini terbukti, dengan merebaknya kasus demam berdarah di desa Klampok. Sedikitnya dalam sebulan terahir ini sudah kemakan 2 korban anak-anak meninggal dunia, akibat Demam berdarah.

Dari kejadian itulah Puskesamas Wanasari yang dimotori oleh bidan Fadilah bersama para kader posyandu, pendamping PKH dan pemerintah desa, bergerak turun ke lapangan dalam giat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sekitar wilayah kejadian

“Kegiatan PSN ini bagian dari edukasi sekaligus monitoring langsung di lapangan. Kita cek beberapa sample MCK warga sekitar, ” terang Fadilah.

Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran, pengetahuan akan kewaspadaan pada Demam Berdarah terutama di desa Klampok, masih minim. Umumnya masyarakat akan meminta foging ketika sudah ada korban.

“Keliru. Justru Pemberantasan Sarang Nyamuk inilah yang harus digalakkan di masing-masing rumah,” tegas Fadilah.

Udin selaku ketua RT 09 RW 04 sudah berulang kali memerintahkan warga membiasakan 3M, namun hal itu sering diabaikan oleh sebagian warganya.

Atas meninggalnya seorang anak sebab demam berdarah, Udin berencana akan menggalakkan kembali kebersihan rumah dan lingkungan sekitar dalam waktu dekat.