Sosialisasi Ijin Hajatan Di Desa Klampok

Klampok- Seiring meredanya kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di desa Klampok, perihal ijin hajatan pun kini semakin longgar. Pemerintah desa Klampok kembali mengeluarkan surat ijin hajatan.

Sebelumnya, hampir 2 tahun ini, secara resmi pemerintah desa Klampok tak mengeluarkan ijin resmi hajatan. Adapun jika memang warga memaksa menggelar hajatan, tentu diluar ijin resmi pemerintah desa.

“Mulai tanggal 1 Juni ini, kami kembali mengeluarkan surat pemberitahuan terkait ijin hajatan. Namun syarat dan ketentuan berlaku,” terang Mbak Vivi, Kades Klampok.

Dalam surat pemberitahuan perihal hajatan tercatat beberapa poin penting, diantaranya: setiap warga yang hendak menggelar hajatan wajib melalui pengantar dari RT dan RW selanjutnya diteruskan ke pemerintah desa.

Tak lupa, juga harus melibatkan keamanan desa, apalagi jika ada hiburan, maka harus melapor pada pihak kepolisian. Demikian juga penggunaan tenda hajatan yang menggunakan jalan umum dikenakan biaya, 500 rupiah per meternya.

“Insya Allah, kalau pemberitahuan ini disosialisasikan dengan tepat dan menyeluruh oleh ketua RW dan RT kepada semua warganya, pastilah kami sebagai warga, akan menaati dan memakluminya,” tutur Encus salah seorang warga.